Pengkhianat…..
Prosa dan Puisi Edan No Comments »Lamlekom…
lagi Fever…..
Pengkhianat…
satu kata pendek…..namun artinya dalam…
bermuka dua…
dan mungkin padu padan kata yang lain..
namun artinya tetap sama..
tidak setia…
Aku yang memberontak pada sistem..
amat takut dengan kata2 ini…..karena ini dosa terbesar…
Disana ada kebohongan…
Kemunafikan..
dan yang pasti..
kecurangan..
semakin menabalkan diri….menjadi seorang pecundang..
dan tidak berpendirian…
dari dulu….aku berpikir..
aku bukan orang ditengah2..
aku membencinya..
karena mengambil manfaat dari dua belah pihak..
mengambil kesempatan dalam kesempitan..
tidak….aku bukan seperti itu..
aku hanya berdiri pada keyakinan sendiri..
tidak di bawah paksaan..
atau pun ancaman…todongan senjata…maupun belati yang bertengger di leher..
tidak…..aku tidak dipaksa..
juga tidak terpaksa..
tiap kali aku melangkah..
mungkin hanya bercerita tentang hari-hari pendek..
“bukan sebuah pandangan masa depan” Kata mereka..
pikiran sederhana ini ..
terasa begitu sulit…bagi mereka….
tapi…pertanyaan itu berawal dari suatu hal yang mudah..
hingga menjadi sulit nantinya…
karena itu adalah pembelajaran….
tapi…
tidak ada yang percaya….
pendirian ini kuat…..sangat kuat..
bahkan aku memilih untuk berdiri tanpa ada pegangan pasti…
karena aku yakin….aku sanggup..
karena aku sangat yakin….dan percaya..
Tuhan bersamaku selalu….dan tidak akan pernah pergi..
dan langkah ini akan begitu ringan…
tapi…
bukan….bukan karena aku….
keadaan yang begini adanya..
ketika aku memilih untuk keluar..
dari segala keterkekangan……yang membuat aku berhenti tuk berpikir..
karena isi kepala ini berebut untuk keluar..
ingin mewujudkan masa depan…..lewat berbagai macam perencanaan…
dan ketika itu…aku harus berada pada posisi itu…
menjadi pengkhianat…..
apa ini dosa ?
apakah aku harus senantiasa berada pada keterkungkungan ?
apa aku tak boleh lepas ???
aku memang ingin …
mau sekali….untuk terikat..
tapi bukan ikatan seperti itu…
bukan ikatan yang membuat aku menjadi sapi bodoh..
yang dicucuk hidungnya..
mengiyakan apa kata dunia…
aku bukan seperti itu..
aku tau aku pendosa..
dan tiap langkah ini selalu disertai dengan kesalahan…
aku ingin keluar…
tidak menjadi suci..
karena suci begitu maya…
yang nyata adalah …… titik2 noda…
namun dalam balutan kebenaran…
noda itu hanya alpa..
menandakan aku manusia….utuh dan sempurna..
yang dibekali akal…
juga nafsu……
aku berpikir..
keterlibatan menjadi pengkhianat…
karena aku terlalu bernafsu..
ingin menguasai alam ini…
tapi…bukan itu..
aku memang ingin berkuasa atas hidup ini…
karena ini hidup ku..
dan aku memilih…
siapapun yang akan menjadi rekan….pemberi semangat….motivasi….juga ide2 cemerlang
tapi itu tidak boleh kata mereka..
yang harus aku lakukan adalah…
silahkan berontak pada sistem..
tapi tidak pada kebiasaan…
Tolol…
kebiasaan adalah sistem..
sebuah gerakan sistematis….yang dijalankan terus menerus..
dan aku memberontak pada hal itu..
bukan….bukan pada sistem yang benar…
tapi pada sitem yang rancu..
sistem yang mengunci jasad ini…
untuk maju..
untuk bergerak..
aku berontak pada sistem..
karena aku tau….sistem ini menghambatku…
membuatku tidak dapat berpikir tenang…
atau menarik keputusan..
aku dibebankan dengan draft hidup yang harus dijalankan…
tidak dengan jalanku…..tapi jalan mereka..
dan aku benci itu…..
terserah mereka mencapku sebagai pengkhianat….
selama aku tegak…
aku tidak butuh siapapun…
karena aku yakin…
tuhan tau….dan mendukungku….
karena ini hidupku..
hanya aku….dan merujuk pada penciptaku….
aku berontak…
atau pengkhianat…
atau apapun namanya…
itu menjadi tidak penting…
karena aku akan tetap tegak pada jalan ini…
disaat pilihan itu….membuat pikiran ku terbuka…
dan aku memilih..
untuk menjadi bagian dalam pengkhianatan itu…
karena…
pengkhianatan itu…
bisa kupertanggung jawabkan….
selama pilihan ini tepat..
selama pendukungku tetap berada di belakangku…
selama mereka yang setuju….ikut serta bersamaku….
aku akan kuat…!!!!
yang aku takutkan justru….
ketika aku ikut binasa dengan pengkhianatan itu..
disaat mereka yang setuju….mengikutiku
juga ikut mengkhianatiku……
aku meminta kepada tuhan…
untuk menunjukkan padaku..
bahwa pengkhianatan ini.,…merupakan bagian dari skenario hidupku…
dan aku tak butuh pengakuan apapun…
karena aku memilih….
menjadi pengkhianat……dan membuktikan bahwa pengkhianatan ini
merupakan langkah pembaharuan…
dari cerita sederhana….hidup sementara ini…..
aku yang memberontak hidup…
dan tidak perduli kapan akan mati……