i called it “love”…..
Cerita dari Lantai 3 No Comments »Hmm…
Bukan nulis tentang lagu lionel richie seeeh….tapi mu re-posting sebuah cerita yang bagus sekali…dari blog rekan saya yang meskipun gendut tapi menawan (meskipun namanya bukan "Gunawan" )
yap….Dari blog "valentina astari" yang akrab saya panggil titin a.k.a ndutt…
ceritanya dimulai dengan judul……
Cerita Cinta dari Taman Kota
Suatu
sore beberapa hari yang lalu, saat aku berangkat kerja, aku sengaja
milih jalan agak memutar, lewat sebuah taman yang ada banyak anak muda
dan beberapa orang tua baru yang lagi santai. Diantara mereka
ada yang sedang duduk berdua, kayanya siy pacaran hehehehhe dan dari
wajah keduanya aku bisa nangkap aura bahagia. Si cewe kesengsem sendiri
denger si cowo ngebisikin sesuatu di telinganya. Mungkin mereka sedang
jatuh cinta. Ada juga yang sambil jalan sambil ngedorong kereta bayi.
Wajah mereka begitu cerah sambil sesekali tertawa dan melihat ke dalam
kereta bayi, mungkin mereka sedang berkhayal memimpikan masa depan si
anak kelak. Betapa sebuah keluarga kecil yang bahagia.
Tapi mataku menangkap satu sosok yang lain dari yang lain. Sosok
seorang tua yang duduk sendiri dengan mata berkaca-kaca, namun bibir
keriputnya tak henti tersenyum melihat sekelilingnya. Aku tergerak
untuk menepi dan mendekatinya. Perlahan aku mendekati tempat si nenek
duduk dan tersenyum simpul, spontan si nenek memanggilku untuk duduk
bersamanya. Dan tanpa ditanya, dia bercerita betapa dia merindukan
seorang laki2 yang disebutnya bapak . Wanita sepuh ini tampak penuh
kerinduan saat bercerita bagaimana dulu ia dan sang pujaan hati, si
bapak, sering duduk berdua di taman ini, berbagi cerita dan kemudian
berpisah saat langit mulai beranjak redup dan hari mulai berganti
malam. Rutinitas yang membuatnya mampu bertahan hidup sampai usia
senja. Lantas dimana si bapak sekarang?
Sesaat aku tertegun mendengar jawaban si nenek. Ternyata, laki2 itu
telah berpulang ke pangkuan Ilahi 5 tahun yang lalu. Kalian pasti
bingung dan pengen tau apa sebenarnya hubungan mereka berdua…?
Si nenek, adalah istri pertama si bapak. Namun nasib membuatnya
harus merelakan berpisah dari sang pujaan hati karena ia ditakdirkan
untuk tidak dapat hamil dan punya anak. Meski begitu, cinta diantara
mereka membawa keduanya menjadi sahabat hingga ajal memisahkan mereka.
Si bapak, laki2 yang mau tak mau harus patuh pada adat, akhirnya
menikah lagi dengan seorang wanita muda yang dipilihkan keluarga demi
mendapatkan anak untuk meneruskan garis keturunan. Dan cinta yang
begitu tulus dari si nenek membuatnya tetap kembali setiap sore pada si
nenek walau hanya untuk berbagi cerita ringan tentang kesehariannya.
Dan itu terus berlangsung hampir setiap hari, selama berpuluh tahun. Tidak ada perselingkuhan antara mereka, murni persahabatan.
Dan itu benar2 membuatku tertegun……..betapa tulus dan tanpa syarat
cinta seorang wanita hingga mampu bertahan meski ada banyak luka dan
kekecewaan di dalam hati. Bahkan setelah 5 tahun si bapak meninggal, ia
masih tetap datang ke taman ini, tuk mengenang semua cerita antara
mereka.
Buatku, cerita si nenek adalah satu bentuk kesetiaan yang hanya
mampu dilakukan oleh seseorang yang memiliki ketulusan yang amat
sangat. Cinta yang tulus, tanpa syarat dan tanpa pengharapan
berlebih. Cinta yang mampu menempatkan logika sebagai tolak ukur yang
rasional dan mengenyampingkan keegoisan pribadi.
Mungkin ini bukan cerita yang istimewa buat kalian, tapi buatku, ini
jarang terjadi, dan karena alasan itulah ini menjadi istimewa di
mataku. Dan ini sekali lagi membuktikan, cinta mampu membuat seseorang bertahan hidup walau hanya berada di bawah bayang2nya saja……
sore itu, aku bersyukur karena memilih jalan memutar melewati taman kota.
(dear “ibu”, thank you 4 letting me re-telling this amazing story……)
http://valentina_astari.blogs.friendster.com/titinks_life/2007/07/cerita_cinta_da.html — >
What a amazing story…rite ??