Sampai Jumpa Di Moscow, Teman….

Prosa dan Puisi Edan No Comments »

Mates….

Lama rasanya tidak bertemu….
Tidak berbicara, Tidak Bercengkrama….
Hari ini….
Aku akan menulis tentang Moscow….

Kenapa dengan Moscow ?
Negeri para Tsar ini mempunyai suatu cerita…
Cerita mengenai tapakan mimpi dan cita-cita….
Yang mungkin akan mengalahkan kisah seribu satu malam…

1968 Juga 1999
Dan kini 2008
Adalah bilangan tahun yang mungkin berulang….
Yang akan membuatku berlompatan, atau tertunduk dengan  mata yang sembab….

Tak banyak ilmu ku tentang Rusia….
Yang kutau hanya salju…salju….dan salju….
Udara dingin Vladivostok yang membekukan tulang….
Atau gaharnya Panthera Tigris Altaica….

Ya….

Juga tentang Madam-Madam Rusia….
Dengan badan berisi, mengiris sedikit keju dan menuangkan anggur…

Juga…

Tentang Soviet, yang mengisi lembaran buku catatan pelajaran sejarahku….
Ketika Rubel menentang Dollar…
Ketika kilang-kilang minyak terbakar….
Ketika desingan peluru, rudal, juga mental baja prajurit dengan mental sosialis mereka….

Lalu…?

Malam ini sebagian udara panas akan mencairkan salju di Moskow sana…
Ketika kuli dan buruh pelabuhan berpesta…
Dan jalan-jalan menjadi lautan merah….
Bukan….Bukan Merah oleh darah, kawan…
Bukan pula anggur yang di tumpahkan dari galon-galon penyimpanan….
Dan gembira ria, suka cita, teriakan membahana….
Terbawa angin hingga ke Moscow sana….
Dari sebuah tempat yang ber mil-mil jauhnya….

Percayalah…..
Tak lama lagi, Moscow akan menjadi panas….
Membara….

Dan lautan merah, di benua merah, akan membakar….
Akan dipenuhi teriakan, juga nyanyian penuh semangat….
Dari 84.475 pasang mata….Delapan puluh empat ribu empat ratus tujuh puluh lima jumlahnya…..
Bahkan, aku yakin akan melebihi itu, kawan…

Akan datang orang-orang dari semua penjuru….
Mengarungi Trans Siberia yang terkenal mengerikan…
Melewati Samudera Pasifik….
Mereka yang juga datang dari negara-negara Baltik….

Mereka bukan ingin melihat ajaibnya Laut Kaspia yang terkurung daratan sekitarnya….
Atau ingin berwisata mengarungi Selat Bosphorus hingga menyusuri Terusan Suez….
Mereka ingin membakar Moscow, Kawan….
Membakar Moscow dengan semua semangat….

Dan….
Aku yakin Luzhniki akan terbakar hebat….
Bukan oleh Torpedo Moscow tentunya…..
Tapi justru…
Oleh mereka para kuli pelabuhan…
Juga mereka yang tinggal di Ibukota…
Merah…..Merah…Merah….
Warna itu akan Menghiasi Moscow, Kawan…

Percayalah….

Aku tak Berbohong….
Malam ini aku melihat….
Ketika digdaya Catalan….
Mencoba menggapai Moscow…
Tapi tak sanggup….
Ketika dinginnya benteng pertahanan para kuli pelabuhan….
Dan meriam di kaki pemuda berbadan kecil….
Menghancurkan Catalunya…
Membuat mereka menangis….
Dan….
Menghalangi mereka menodai Moscow, kawan….
Mencegah mereka masuk, melindungi jalan aman ke Grand Arena of The Central Lenin
Karena jalan itu….
Milik mereka…
Para kuli pelabuhan, Para buruh Kapal,…..
Karena Merah….yang akan masuk ke Benua Merah…..

Maka dari itu kawan….
Bersegeralah alihkan pandangan….
Jangan lagi melihat kearah lain…
Tataplah Moscow, hari ini juga…..
Karena seperti yang kukatakan….
Moscow akan terbakar hebat….

Dan Teman….
Untuk ini aku berpesan….
Simpan suaramu….Jaga kondisi tubuhmu…
Karena kita akan berteriak bersama….
Kita akan menari bersama….
Kita akan bergembira ria….
Aku akan Bersamamu, kawan….
Kita akan berdiri berdampingan….
Disana….Di Moscow….

Untuk itu….
Aku ucapkan padamu….

Sampai Jumpa Di Moscow, Teman……

(Catatan Kecil Dari Pecinta Manchester United, Yang berhasil mengkandaskan Barcelona 1-0 di Theater Of Dreams tadi malam, lewat Canonball Paul Scholes di menit ke 14, Bintangnya Class of ‘92 yang masih tersisa, di semi final leg ke 2, Liga Champions….Viva La United…Dari Old Trafford Menuju Moscow untuk mengulang kejayaan 1968 dan 1999)

In Da Middle Of Somwhere…..

Cerita dari Lantai 3 No Comments »

Hanya tidak sedang ingin diselamatkan…..
Tidak ingin di perdulikan….
Tidak ingin ada campur tangan siapapun….

Dan sudut gelap di kamar ini menjadi tempat persembunyian terbaik yang pernah ada….

Kelelahan berteriak….
Keletihan berbisik….
Tidak ada yang mendengar….

Maka di suatu tempat entah dimana…..

Sendirian….

Kedepan mungkin akan jauh lebih baik…..
Satu-satunya optimisme yang tertinggal saat ini……

Pindah…..Pindah……Pindahhh…..

Cerita dari Lantai 3 No Comments »

Demi Kian…..

Lantaran Layout na ndak bisa di obrak abrik…..
demi kemaslahatan ummat….
blog na di pindah ke sebelah….

www.noxxbluzz.blogspot.com

meet yaa there…….:D

Dan Nikmat Tuhan Yang Manakah Yang Kita Dustakan ?

Cerita dari Lantai 3 No Comments »

Dengan segala nama pada satu yang mempunyai segala
cinta dan kasih di alam semesta…….

 

Dan siapakah yang memiliki segala kasih ?

Yang mengajarkan sastra tertinggi di jagad ini….

Yang pada saatnya membuat semua orang….

Kemudian pandai mempergunakan kata…..

Tak pelak matahari dan bulan mengikuti garis
edarnya….

Juga pepohonan, meliuk-liuk, tunduk kearahnya…

Pada tingginya langit, tempat asal muasal
datangnya adil…

Adil seadil-adilnya tak bisa dilanggar dan di
bantah manusia….

Yang kemudian merupakan titah untuk tidak bermain
dengan keadilan….

Bagaimana dengan hamparan maha luas ini ?

Dengan keindahan kelopak bunga yang mekar di
pucuk-pucuk korma….

Yang harumnya mengisi dunia, mengisinya dengan
keindahan…

Dan masihkah kita mengatakan semua ini tidak
nyata?

 

Ketika perlahan tanah membentuk wujud nyata…..

Juga nyala api membentuk raga halus….

Apakah ini juga tidak nyata ?

 

Ketika matahari terbit menghangatkan musim dingin,
dan terbenamnya memberikan hawa dingin di hari-hari yang membakar…..

Dan masihkah kita menganggap ini tidak nyata ?

 

Ketika air bersatu di sebuah muara….

Memberi batas pada lautan dan sungai….

Dan kita mengganggap ini tidaklah nyata ?

 

Dan mutiara….juga karang indah dan keindahan
bawah air yang tercipta

Bagaimana mungkin ini tidak nyata ?

 

Juga gunung-gunung mencuat dari dasar laut
menggagas angkasa…

Dan ini tidak nyata ?

 

Disaat semuanya, hancur pada suatu masa….

Maka tidaklah hancur bersamanya satu dan hanya
satu cahaya…..

Dan ini adalah sangat nyata…..

 

Maka dari segala penjuru bumi dan dari kaki-kaki
langit menengadah….untuk segala pinta dan segenap asa….

Untuk segala yang benar tampak nyata adanya…..

 

Juga tak ada yang terlewat, untuk semua perlakuan
pada semua makhluk yang diberi nyawa…..

Dan tentu saja ini nyata…..

 

Dan bukan berpangku tangan menunggu dengan segala
harap, berusahalah! Lintasi langit itu dengan segenap kekuatan….

Atau…masihkah kita menganggap ini tidaklah benar
adanya ?

 

Bahkan jika panasnya api membakar kulit, dan
kepulan asap membutakan mata….

Masihkah kita menganggap ini suatu dusta ?

 

Ketika partikel langit bertabrakan, pecah
berserakan, meledak dan membakar langit kelam…..

Kita masih menganggap ini dusta ?

 

Tak perlu penjabaran kita atas segala dosa, bahkan
catatan telah ada sebelum kita berada….

Dan kita masih menganggap semua adalah fatamorgana
?

 

Ketika barisan makhluk, berjajar dalam lintasan
yang berbeda….

Kita mungkin menyesal pernah berkata bahwa semua
ini dusta…..

Dan terbakar mereka yang berdusta….pada nyala
api yang menjilat-jilat….

Yang mendidih…mendidihkan apa saja….membakar
habis semuanya….

Dan tak mungkin lagi menarik kata bahwa kita
pernah mendustakan semuanya…..

 

Dan salah satu barisan yang berbanjar
lurus…..memasuki taman indah penuh warna dan sukacita….

Mereka yang tidak mengatakan bahwa semua ini
dusta…..

 

Yang didalamnya merupakan manifestasi segala
keindahan…..yang merupakan akhir dan juga awal, yang tidak berbilang tahun,
tak berbilang abad, yang tak cukup kata untuk menjelaskan bagaimana segala
nikmat ada di dalamnya….

Dan untuk penjelasan ini semua…….masih
beranikah kita mendustakan segala nikmat ?

 

Dua sungai mengalir indah didalamnya…..

Masihkah kita dustakan ?

 

Dan semua buah pepohonan bersatu padu menghias langit-langitnya

Masih juga kita tak percaya ?

 

Dan hamparan permadani, tempat kita merebahkan
diri, dan menyantap semuanya dengan menjetik jari saja….

Masih juga tak percaya ?

 

Ketika bidadari menemani, merebahkan diri
dipangkuan dan tersenyum dengan sangat manis, lugu dan begitu tulusnya…..

Kita menganggap ini bukan hal yang nyata ?

 

Bidadari ini indah elok bukan rupawan……

Dan kita tak percaya juga ?

 

Jika dikatakan kebaikan berbalaskan kebaikan
pula….

Apakah kita masih tak percaya ?

Dan tak hanya itu saja, tak cuma berbatas
keindahan itu saja…..

Dan kita juga tidak percaya ?

Masih ada disana, dataran hijau yang luas
terhampar menyegarkan mata…..

Tak percaya ?

Juga mata air yang memancar berkilauan memberikan
kesegaran….

Juga tak percaya ?

Seperti di sebelah sana, disini segala keindahan
bermuara pula….

Juga kita tak percaya..?

Juga bidadari yang akan menemani setiap saat
kita….

Masih tak
percaya pula…..?

Yang menunggu kita, dari awalnya hingga nanti tak
berbatas masa….

Tetap tak percaya juga ?

Cuma kita yang akan menyentuhnya, cuma
kita….hanya kita …..

Dan kita tak percaya itu semua ?

Apakah mereka harus merebahkan diri di pangkuan
kita juga dan tersenyum dengan manisnya….

Baru kita akan percaya ?

 

Maka untuk itu semua, hanyalah pada yang maha
tinggi, yang Maha atas segalanya, semesta alam, dengan segala kehormatan dan
kebesaran yang membuat semua itu menjadi nyata, hanya bagi mereka yang percaya,
yang selama hidupnya akan percaya dan menunduk pada zat maha tinggi di alam
semesta…….

 

Maha benar dan Maha tepat, segala perkataanmu Ya
Tuhan…….

…………………………………………………………………………………………………………………………

 

Maka aku menjawab semuanya…..jika aku ditanya…

Maka
nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?

Tidak ada ya Tuhan,……tidak ada…..

 

Ketika aku meminta kekuatan, yang Kau berikan
adalah rasa sakit…..

Ketika aku meminta keikhlasan, yang kau beri
adalah semua masalah yang menghablur jadi satu….

Ketika aku ingin di makmurkan, kau berikan aku
pemikiran dari akal yang telah kau sertakan pada jasad ini…..

Ketika aku meminta ampunan dosa, kau berikan adalah
ujian demi ujian……

 

Karena tak ada kekuatan tanpa ada rasa sakit,
bukan begitu Tuhanku ?

Juga tak ada keikhlasan, tanpa mampu memetakan
masalah……

Dan kemakmuran juga berasal dari pemikiran mencari
rezekimu yang halal lagi baik di seluruh penjuru bumi ini, bukan begitu ya
Tuhan ?

Dan tak ada ampunan dosa, sebelum aku tahu apa itu
dosa, dan mensucikannya dengan atas izin dari Engkau, Ya Tuhanku……

 

Kau memang tak pernah kabulkan semua pintaku
Ya Tuhan, namun selalu Kau cukupi aku dengan segala kebutuhanku, karena engkau
Yang Maha Mengerti aku makhluk rendah milikmu ini……

 

Maka aku menjawab sekali lagi……

Tak ada satupun nikmatmu yang aku dustakan…….

Tak ada…….

 

(Sebuah
hikmah dari Surat Ar-Rahman…….dan “bayi biru”, aku betul-betul merindukanmu
malam ini……kapankah aku bisa bertemu dan bercerita tentang bagaimana aku
memandangmu sebagai surga bagiku ?Maka aku menafsirkan semua kecintaaku lewat ayat-ayat
ini, untuk menunjukkan bahwa aku begitu mencintaimu atas nama Tuhanku. Ingin
mendengar suaramu…….sekali saja……dan aku….. membayangkan wajah birumu
dalam tiap rima-rima ayat yang kubaca ini , cinta…….)

B…..

Prosa dan Puisi Edan 1 Comment »

B….
that’s……

B…..

its….

B….

lonely….
alone…
its
B….


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in