Malam itu….sekitar jam 9…WNAD
Aku teringat bahwa aku harus pulang kerumah, tadi siang aku sempat tilpunan dengan ibun dan berjanji akan pulang malam nanti….
Maka dengan tergopoh-gopoh (means :agak tergesa) aku membereskan kertas-kertas yang berantakan, menyambar sweater, tas dan kunci motor…..
Selanjutnya aku dan seorang teman yang kebetulan sedang berada di Station, sudah melibas jalanan, dengan liukan-liukan serta pacuan kencang gesit diatas kuda besi beroda 2 itu……
Sesampainya di rumah, aku menghabiskan beberapa saat, kemudian aku pamit keluar lagi…..kira-kira pukul sepuluh malam itu…..
Laperr……itu dalam kepalaku. ada sedikit penyesalan tidak mencicipi masakan bunda tadi, maka lantas aku memutuskan berbalik arah, tidak jadi ke station, aku mengarah ke Peunayong, suatu tempat dimana Nasi Goreng Seafood dengan gampang ditemukan. ^^
Setiba di suatu tempat makan, aku dan temanku yang kubonceng tadi, mengambil lapak paling depan, cuma pengen ngeliat jalan, mungkin malam ini Jibril liwat sambil dadah-dadah…..lumayan kan ketemu Jibril….jelas lebih berarti ketimbang ngeliat Chinta Lawra itu……..
Selanjutnya yang aku lakukan adalah……
Diam……!
(Sebagai catatan, kalu nongkrong apalagi cuma berdua dengan teman kek, gebetan kek, atau sapapun dia…dan cuma dihabiskan dengan diam, maka lebih baik segera pulang, cuci kaki, dan bersegeralah tidur…!!!!)
Bakat gilaku mulai menyeruak, maka aku memutar mp3 player dengan suara yang cukup membahana….
dan lagu yang kuputar berjudul……
Yolanda…..By Kangen Band…!!!!
Tentu saja temanku mulai protes…..dan mungkin sedikit merasa jengah, terutama ketika beberapa orang mulai melirik kesarapan yang ku lakukan….
ditambah lagi aku menyanyikan beberapa bait reff dengan suara yang gak banget laaahh…..
Kamu dimanaaa…..dengan siapa…
Semalam berbuaaattt apaaaa…..
(catatan buat personil Kangen Band: hareee geenee masi ga punya HP ????)
Aku sedikit tergelak melihat temanku yang sudah melayangkan protes, dan mengalah, dan kemudian mematikan Mp3 player itu…..
Dia mulai mengeluh, bahwa dia sedang tidak fokus…
atau mungkin lebih tepatnya…
dia sedang males mikir….
Hanya saja tiba-tiba dia bercerita banyak….
Anggaplah ini sebagai kata pengantar….
bahwa temanku ini adalah tipikal yang pelit berbagi, biasanya malah orang lain yang datang, dan kemudian dia yang akan asik mendengarkan….
nah malam ini, tiba-tiba dia berbicara banyak, ada sesuatu yag ingin di bicarakan mungkin, aku memasang telingaku dengan baik…..kegiatan yang sudah hampir beberapa saat aku tinggalkan dengan alasan tertentu…….
Pesanan datang, tapi aku tidak merasa lapar lagi….hanya mencomoti bagian-bagian cumi-cumi dan udang serta beberapa baso ikan.Sambil mendengarkan temanku berceloteh panjang, ya tentang kedaan diri, ya tentang hidup, sedikit idealisme…
kira-kira dalam bentuk percakapan seperti ini…
Teman : Apaan sekarang ngomong idelisme, idealisme cuma ada saat lapar, nanti kalu udah kenyang, mana ada bicara idealisme lagi…
Aku : (ngunyah2…manggut2…nyimak aja…)
Teman : Liat aja keadaan sekarang, semua serba sulit, yang gampang justru yang dari jaman baheula punya kesempatan, entah koneksi, entah relasi, entah money (memaksakan bahasa berima kayaknya dia…) yang lain ? tetep gitu-gitu aja, idup udah susah, maling banyak, rampok berselemak, yang susah jadi makin kacaw, yang senang-senang bikin party terus….
Aku : (masih tetep manggut-manggut….)
Teman : Coba liat Ko sendiri (First Flame…!!) Apa yang ga ko dapat, cuma ko merasa seakan-akan ko ga dapat apa-apa kan?
Aku : Was…Bro….Was….sekarang malah sukur dapet ginian….masi untung dapet makan nasi goreng sifud (mulai terbakarr…..)
Teman : Ya…Ya…tapi apa iya mau gini-gini aja. Apa hidup ga berubah, stagnan gini terus ??
Aku : (sambil nyuap, ngunyah2, trus senyum dikit…) Tentu enggak lah….ada beberapa hal yang tertunda sekarang, bukan apa-apa, tapi justru karena memang tidak bisa dilaksanakan, mungkin lebih tepatnya, aku sedang mawas diri, ada beberapa hal yang ga bisa aku lakuin, butuh bantuan orang lain….
Teman : Sampai kapan mau minta bantuan orang terus…Ha ??
Aku : (Menghela Nafas) Ada masanya Bro….tidak semuanya harus dijawab dengan gamblang….begana mesti begini….ada bagian yang tersirat….nah aku melakukan hal itu….sambil dengerin orang-orang protes kayak ko…:)) (sedikit tergelak biar cair….juga mulai dinginin diri sihh….)
Teman : Nah itu yang aku ndak suka dengernya, kesannya kehilangan kesempatan, banyak yang bisa dimanfaatkan sekarang, ko aja yang ga mau, Dan hidup itu seperti itu…
Aku : (mulai diuji neehhh…..) Well, Begini Bro…Idup itu, tidak pernah sulit, sama seperti yang lain, masalah itu datang jika kita nganggep kalu itu adalah masalah, kalu kita tawakkal, kita bisa tenang, inshaa Allah, itu ga akan jadi masalah….
Teman : Bullshit…mana da kek tu. Ga ko ingat kemarin ko cerita soal apa, kayak bukan ko itu, inget ?
Aku : (meletakkan sendok garpu, menelan pelan2, berusaha kalem dan innocent…:D) Memang….i Admit That….Ada beberapa kondisi yang membuat kita tidak tenang….let me see, aku bercerita tentang apa ?
Teman : (menceritakan kembali detil cerita ku)
Aku : dan menurut ko itu masalah terbesar ku ?
Teman : dari cara ko bercerita, iya kayaknya….
Aku : Oke, kita coba bahas kali ini….Pertama kata "Kayaknya" means tidak pasti kan ? Nah dalam ketidakpastian, kok berani2nya ko nambahin kata "iya" secara pasti didepannya ?
mungkin kalu kita ikutin trend gaul jaman sekarang, kata-kata "Lebay" yang mungkin secara tidak senonoh bisa kita terjemahkan sebagai "berlebihan sangat". Nah, kategori cerita yang ku jelaskan kemarin tak lebih dari konsep "Lebay" tadi, intinya, tidak berpengaruh banyak dengan keadaanku sekarang, malah, aku sudah lupa…..
Teman :(Mau motong pembicaraan, tapi ga dapet space yang tepat…)
Aku : Sekarang, Tidak semua orang tau kita seperti apa jika kita tidak bercerita, dan tidak semua orang mengerti dan tau kita bagaimana meski kita sudah bercerita banyak. Dan tentu saja, aku bercerita dengan banyak orang. Ada yang terlewat ? Nih buat ko aku bercerita…..
Maka meluncurlah cerita-cerita panjang…..garis besar, judul-judul dari beberapa keadaan, fakta yang temanku lihat selama ini, hanya saja, kali ini langsung dari yang empunya cerita……
Aku : well ?
Teman : Yaa….Aku kan ga tau kalu ko juga punya masalah.
Aku : Bingo..!!!!! Ko ga tau kalu aku bermasalah, begitu juga aku, dan mungkin sebagian besar penduduk dunia ini. Tidak semua orang mengerti yang lain dengan begitu baik, bahkan kembar identik sekalipun…..Intinya, cara pandang ketika bermasalah lebih kearah bagaimana kita memandangnya saja, bukan arti dari pandangan tersebut….
Ada banyak kacamata yang bisa kita pakai bukan ?
Pembicaraan terhenti sejenak ketika ada bayi di tengah malam buta, mampir di meja sebelah…..bayi perempuan kecil, belum setahun, atau mungkin pas berumur setahun dengan kelopak mata yang terbuka lebar….(setidaknya aku memahami beberapa hal mengenai bayi-bayi yang hobi begadang, yang membuatku terbangun dulu ditengah malam, dan melihatnya di gendongan kk ku yang terlihat sangat letih dan mengantuk, maka dengan semangat 45 aku mengajaknya bermain, menonton televisi tayangan tengah malam, mengajaknya nonton bola, atau apapun yang bisa kami lakukan bersama di tengah malam sambil membiarkan kk ku merebahkan diri sejenak, hingga bayi tersebut menangis lagi menandakan dia telah mengantuk lagi…..maka tugasku selesai….yap…bayi itu tentu saja keponakan ku yang sekarang sudah menjadi bandit kecil
) Aku memperhatikan, melihat tangan-tangan kecilnya, dan mencoba menahan diri untuk tidak menanggapi omongan temanku yang mulai memanaskan suasana…..bahkan sampai mengetikkan blog ini aku masi ingat bagaimana bayi kecil itu memperlihatkan senyum dan gigi yang masih satu-dua itu….
Selesai bagian intermezzo….aku mulai fokus kembali dengan lebih tenang…
Aku : Jadi intinya….mengadulah ketika sulit, berceritalah ketika senang…..itu yang paling baik. Jangan merasa bahwa kita kelebihan teman sehingga mulai mematok-matok bahwa dia adalah teman baik, dia adalah teman biasa, biar chemistry kita yang berbicara…..kalu emang bebas bercerita, kenapa tidak ?
Aku bercerita dengan anak-anak, dengan bapak-bapak, dengan ibu-ibu, kakek-kakek, dan aku merasa puas…..setidaknya semakin membuatku membumi dan merasa bahwa aku cukup nyaman dengan segala keadaan ini
Teman : Ya…ini kan beda prinsip….beda hal…
Aku : (menyentil telinganya dengan membalikkan kata2nya) Bukankah Idealisme itu hanya hidup dikala lapar ???
Teman : halllaaahh…..udahlah…bicara ndak perlu tengah malam gini….ya dah balik kita….mending tidur…
Aku : (senyum dikit….)ok deh…..panggil pelayannya, kita cabut aja dari sini…………
Sesampai di station, aku menghidupkan komputer, mulai bermain-main dengan beberapa progie, dan tidak lupa menyimpan beberapa hal penting sampai akhirnya menghidupkan Winamp dan memasukkan semua koleksi Celine Dion ke list dan mendengarkan sambil berusaha menahan diri untuk tidak merokok, dan disambut dengan cengiran Fahmi…
Fahmi : Tumben kali ko dengar Celine Dion No….
Aku : (Nyender di dinding) Enak suaranya…..empuk….
Fahmi : Ko piker Bantal…..!!!
Aku : (nyengir sambil merem)
Fahmi : No….
Aku : Napa ?
Fahmi : Ko putar Lagu Gabby napaa ???
Aku : Halllaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
Kemudian dengan keterpaksaan aku memutar lagu yang lagi naik daun di blantika musik Indonesia itu….
Jauh Kau pergi…Meninggalkan diriku…
Disini aku…Merindukan dirimu
Kini ku coba mencari penggantimu
Namun tak lagi yang seperti dirimu……oh kekasih
Dari semua permasalah idup….
Justru lagu heboh ini yang paling kacau bukan ???
:))