Pagi hari…..
kira-kira jam 9….

Aku baru saja melintasi perbatasan kota ini. Aku melihat Gapura yang megah, modern, dan cukup indah. Tertulis ucapan selamat datang dalam 3 bahasa

"Selamat Datang di Kota Jantho"

Selanjutnya aku melihat jajaran pepohonan rimbun yang hijau, dengan jalanan yang sangat mulus. Aku senantiasa menimati pemandangan ini. Tidak pernah terbersit olehku bahwa daerah ini merupakan pegunungan yang tandus dulunya, yang terlihat adalah hamparan pegunungan hijau, dengan barisan pepohonan yang berjajar rapi. Juga jalan raya ini, benar-benar mulus aspalnya, nyaris tanpa tambalan. Maka siapa yang akan menolak perjalanan menyenangkan seperti ini ?

Aku memperlambat mobilku, dan kemudian berhenti sejenak untuk sekedar menikmati alam sekitar. Terdengar cekikikan yang dan suara-suara yang membuatku menoleh….

"Can we Go to the zoo, dad ?" Tanya Gigi, Girly Gitaria Ibanez, gadis kecil berkuncir dua (yang kuharap sudah fasih berbahasa inggris di tahun pertamanya di taman kanak-kanak)

"Na’am…tentu saja beb…apa sih yang ga boleh buat Gigi ?"(dan tentu saja aku berharap aku sudah fasih berbahasa arab saat itu)

Maka selanjutnya terengar pekikan yang nyaring, yang membuatku tersenyum, dan melihat bunda-nya Gigi yang juga tersenyum kearahku.

"Kita jalan lagi, Yah ?" tanyanya sambil tetap memperlihatkan senyum manisnya….

Maka selanjutnya aku kembali mengarahkan mobil ini ke jalan raya, melanjutkan perjalanan, perlahan, sambil berusaha menikmati semua keindahan pemandangan alam, merekamnya di dalam otakku, dan berusaha mengingatnya hingga kami sampai dirumah nanti.

Jejeran toko, menjual pernak-pernik, buah tangan dan kenang-kenangan bagi para pendatang, juga beberapa toserba. Seandainya kita mengunjungi kota ini pada malam hari, maka pemandangan juga tak kalah indah. Kerlap kerlip lampu kota, juga cahaya-cahaya neon box dari jejeran pertokoan menambah semarak kota kecil di daerah tinggi ini. Jantho berkilauan dan juga meneduhkan, seperti batu zamrud, hijau dan cemerlang, tentu memiliki nilai tinggi, tidak hanya untuk dimiliki, dengan memperhatikannya saja, membuat kita tidak berhenti berdecak kagum….

Pusat kota masih setengah jam perjalanan lagi, sementara perutku sedikit bergejolak. Tadi pagi aku lupa sarapan. Mengingat 50 km lebih harus ku tempuh dari Banda Aceh menuju kota ini, ditambah lagi aku terlambat bangun tadi pagi, yang mengakibatkan aku terburu-buru berangkat dan lupa mengisi perut. dan ternyata….

Aku melihat penunjuk jalan dan informasi…

"Rest Area - 100 mtr"

Aku memutuskan akan menyinggahi tempat itu, mungkin aku  bisa beristirahat sejenak disana. Dan…

Ternyata tempat ini sangat luas. Entah berapa hektar, aku tidak bisa menaksirnya dengan pasti. Aku masuki areal tersebut dan mengikuti arah penunjuk jalan. Jalur masuk ini dibuat sangat menarik, dengan dua sisi jalan dihiasi taman bunga, beberapa spot air mancur menambah semarak pemandangan, dan beberapa bangunan  yang terbagi 3 penjuru. Aku melihat akhir sementara jalur ini pada sebuah Pom Bensin. Aku mengarahkan mobilku kesana, kemudian mengisi bensin mobilku. Sembari turun aku mendengar jeritan Gigi yang menginginkan coklat sambil melihat kearah mini market yang ada di Pom Bensin ini. Kulihat tatapan lugunya yang benar-benar lucu.

"Ahh….hari ini kan harinya Gigi….Tidak ada salahnya memperlakukan dia sebagai ratu hari ini " Kataku dalam hati. Dan kemudian kulangkahkan kaki kearah mini market tersebut, membeli sebatang coklat kesukannya, dan kemudian memberikan kepada gadis kecil itu, dan merasa sangat puas ketika dia melompat-lompat kegirangan. Kulihat sang Bunda berusaha menenagkan Gigi, dan menyuruhnya duduk dengan kata-kata yang lembut sekali….
Ahhh….Pandangan yang membahagiakan bukan ???

Selesai mengisi penuh bahan bakar mobil, aku kembali kejalur utama, dan bergegas menuju bangunan tengah di areal Rest Area ini. Terlihat banyak mobil di parkiran, maka aku berinisiatif memutar kendaraan menuju jalur kecil, dan memarkirkan kendaraan disana. Kami turun dan berjalan beberapa meter kearah bangunan utama. Dan disana….

Ada beberapa gerai waralaba makanan cepat saji. Juga ada gerai waralaba kopi (minuman tentu saja….bukan bubuknya), beberapa gerai yang terbagi antara lain butik, Salon dan sebagainya. Aku melangkah ke gerai kopi, memesan kopi hitam kental, dan sementara itu Bunda dan Gigi sudah memilih tempat duduk di suatu sudut terang di bangunan ini. Kemudian, setelah mengambil kopi, bergegas aku menuju Bunda dan Gigi, yang telah siap memesan.

"Loh…kok ayah ditinggalin, kan ayah yang lapeerr ??" tanyaku pada Gigi sambil berpura-pura mengernyitkan kening…

"Kan udah Gigi Pesenin….ayah mam Mie Goreng seafood yang pedesss kaann ?" jawabnya sambil menantapku…

"Ihhhh Kok tau Gigi, Ayah mau mesen itu ???" tanyaku menggodanya….

"Ya tau duuuuunnkk…..GiiiiGiiiii…." jawabnya sambil memonyongkan sedikit bibirnmya….Lucuuu Sekali….

Maka tak salah kan jika kemudian kukecup pipi dan keningnya ??

Selesai makan, dan berbicara dengan Gigi dan Bunda, kami kemudian kembali ke mobil dan berniat melanjuutkan perjalanan. Sambil melangkah, aku mengedarkan pandangan ke berbagai arah. Ada dua sudut bangunan lagi yang membangun areal ini seperti segitiga. Di papan informasi aku melihat denah areal ini, ada beberapa tempat penginapan, areal bermain anak, dan berbagai macam fasilitas pendukung.
Benar-benar tempat istirahat yang nyaman menurutku….

Kami mengikuti jalur keluar, melihat beberapa keluarga yang sedang piknik di gazebo-gazebo yang ada di taman. Hari ini hari minggu, maka tentu saja pandangan seperti ini akan terlihat di berbagai sudut di areal ini. Alternatif liburan yang mengasyikkan tentunya….

Aku tetap mengendarai mobil ini dengan perlahan, meikmati pemandangan, dan juga berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan Gigi tentang apa-apa yang dilihatnya. Begitu juga Bunda-nya, terlihat sibuk menjelaskan kepada Gigi…

Selanjutnya….

Zoo…yapp…Kebun Binatang….

Ini adalah lokasi yang menjadi impian Gigi….ini kali pertama ia pergi kesini. telah banyak cerita yang ia dengar, dan banyak kisah yang membuatnya senantiasa merengek minta diajak ke tempat ini. Dan di Hari Ulang tahunnya ini, impiannya terkabul, ia mengunjungi kebun binatang. Dia terlihat amat tertarik, wajahnya terlihat sangat gembira….

Kebun binatang ini sangat luas. ada banyak satwa yang dipelihara disini. Namun, semuanya bebas, tidak terikat dan terpasung di dalam kandang. aku menghampiri loket, membayar sejumlah uang, mengambil karcis dan bergerak kembali dengan Mobil ini memasuki area kebun binatang….

Yap…seperti Taman Safari Indonesia…Kebun Binatang Jantho ini juga menganut falsafah Drive In……

Maka perjalanan selanjutnya adalah dipenuhi dengan celoteh-celoteh Gigi. Gajah, Jerapah, Badak, Harimau, Singa dan berbagai macam binatang lain terlihat disana. Aku  sudah mengamankan pintu samping, sehingga hanya bisa dibuka dari luar, menjaga kalau-kalau Gigi tiba-tiba menarik handle pintu dan melompat keluar. Tentu saja itu sangat berbahaya…..

Dan Kebun Binatang ini sangat menakjubkan bagi Gigi, terlihat dari banyaknya celoteh yang keluar dari mulut kecilnya. ada saja yang ditanyakannya, ada banyak komentar darinya. Hingga setengah jam berputar-putar tak terasa begitu singkat. Kami sudah sampai di pintu keluar areal kebun binatang. Terlihat segurat kekecawaan Gigi, tapi oleh Bunda diyakinkan bahwa ini bukanlah kunjungannya yhang terakhir. Maka sejurus kemudian dia terlihat ceria kembali dan terlihat melambaikan tangan kecilnya…..

"Dadah…Gajah…Dadaaah Jerapah….Kapan-kapan Gigi kemari Lagi yaaaa….." ujarnya.

Jam menunjukkan waktu makan siang….

Setelah singgah sebentar di Masjid untuk shalat, maka kemudian kami berputar mencari tempat untuk makan siang….

Pilihanku jatuh pada sebuah restoran….

Dengan suasana yang sangat alami, pondok-pondok diatas air, dengan menu utama berupa ikan-ikan kolam air tawar yang bisa di pancing sendiri, maka selanjutnya acara makan siang juga menjadi hiburan tersendiri…Bagiku, Bunda dan Gigi…..

Dan kemudian setelah makan, kami berputar-puter, berekreasi, piknik dihamparan rumput hijau, menikmati Kota Jantho yang tertata rapi, unik dan asri ini…..

Hari menjelang maghrib, ketika aku mengemudikan kendaraan ku bergerak menjauhi Kota Jantho yang kecil namun eksotik ini. Terlihat lampu-lampu jalan mulai menyala satu persatu, begitu pula di areal pertokoan. Aku pun bergerak menjauhi pusat kota Jantho, singgah sebentar di sebuah mushalla disaat adzan maghrib dan kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke Banda Aceh yang harus ditempuh 1 jam perjalanan tersebut….

Gigi sudah tertidur, keletihan bermain, dan sepertinya benar-benar menikmati rekreasi ini. Bundanya juga terlihat letih, namun tetap tersenyum manis dan menemaniku dengan melontarkan obrolan-obrolan ringan sepanjang perjalan pulang ini….

Hingga akhirnya aku sampai dirumah….

Satu jam kemudian aku sudah bersiap untuk tidur, dan melihat agenda digital yang kumiliki. dan melihat catatan didalamnya….

"Senin, 7 Agustus 2018 - Janji dengan Joen!!! Jam 08.00 Pagi"

Aku kemudian merebahkan diri, melihat Bundanya Gigi yang sudah tertidur dengan nafas yang teratur….

Dan beberapa menit kemudian….

Aku pun tertidur dengan sangat lelapnya…..

(Sebuah "fantasi Imajiner" dalam Do’a dan Harapan yang besar,……berdasarkan perjalanan ke Kota Jantho yang gersang, tandus dan kering, bersama Ayah tadi pagi, Harapan memiliki keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah, Tugas Akhirnya Vida "Saree Rest Area", dan juga beberapa asa tentang Kota Jantho yang tetap tak terurus sampai kini di tahun 2008….)